Twitter dan Facebook Terancam Diblokir

Pengadilan Ankara telah memerintahkan pemblokiran akses ke situs media sosial Facebook dan Twitter di Turki, Minggu (13/3).

facebook-terblokir

Dikarenakan sejumlah foto dan video peristiwa pengeboman yang terjadi di Ankara, tersebar luas melalui kedua jejaring sosial tersebut. Pemboman tersebut terjadi pada Minggu (13/3) di halte bus di dekat sebuah taman di Kizilay dan menewaskan 34 orang serta 125 lainnya terluka. Diketahui ledakan bom tersebut cukup kencang, menurut seorang saksi, bisa terdengar dari radius 2,5 kilometer.

Tersebarnya gambar dan video pemboman tersebut di dunia maya mendorong penegak hukum memutuskan memblokir situs Facebook dan Twitter. Diduga kejadian tersebut adalah serangan bunuh diri. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Setelah kejadian ini banyak netizen mengaku kesulitan untuk mengakses kedua situs jejaring sosial tersebut. Tidak dijelaskan lebih rinci mengenai berapa lama pemblokiran Twitter dan Facebook — apakah sementara atau permanen.

Turki termasuk negara yang mempunyai peraturan ketat mengenai media sosial. Tahun lalu pemerintah Turki sempat memblokir Twitter karena membiarkan penyebaran foto-foto aksi kekerasan oleh kelompok militan.

Pada Januari 2015, pengadilan di provinsi Adana, Turki, juga menerbitkan peringatan terkait pemblokiran layanan jejaring sosial Twitter. Larangan penggunaan Twitter oleh pemerintah Turki saat itu akan dilaksanakan jika Twitter tidak segera memblokir akun salah satu media cetak lokal di sana.

Dilansir dari situs berita Engadget, media cetak koran lokal itu sempat membocorkan dokumen yang mengungkap kebenaran dibalik sebuah serangan kawalan badan Intelijen.
Twitter dan jejaring sosial lainnya diberitakan telah setuju untuk menghapus sejumlah publikasi namun dianggap belum cukup memuaskan. (CNN Indonesia)

Published by

rendra

Sesuatu yang berharga