Xfers, Startup Pembayaran P2P Asal Singapura yang Siap Menyambangi Indonesia

point-of-sale

Startup yang menyediakan layanan pembayaran peer-to-peer (P2P) secara online, Xfers, mengumumkan kalau mereka baru saja meraih pendanaan putaran awal atau seed funding senilai $2,5 juta (sekitar Rp34,7 miliar). Uang tersebut diperoleh dari perusahan venture capital serta angel investor yang berasal dari Silicon Valley dan Asia. Para penyandang dana tersebut di antaranya adalah Eduardo Saverin, Golden Gate Ventures, 500 Startups, GMO Venture Partners, Partech Ventures, BWB Ventures, Convergence Ventures, dan Challeger Ventures.

Co-founder Xfers, Victor Liew, mengatakan kepada kami bahwa ada investor strategis yang mau memberi saran dan kemitraan kepada mereka. Victor berharap, dengan bantuan serta petunjuk yang mereka peroleh, Xfers dapat berkelana di pasar Asia Tenggara dan dapat mengandalkan masukan para investor ini ketika terjadi “gesekan” dengan hukum dan regulasi setempat.

Sejauh ini Xfers telah memproses transaksi berjumlah $3,85 juta (sekitar Rp53,46 miliar), naik dari yang semula berjumlah $1,2 juta (sekitar Rp16,6 miliar) pada Agustus tahun lalu. Pada bulan Desember 2015 mereka telah menangani transaksi online sebesar $841 ribu (sekitar Rp11,6 miliar).

Pasar Bebas
Xfers membidik e-commerce peer-to-peer, seperti transaksi langsung di marketplace yang diadopsi Carousell, Tokopedia, dan merchant online kecil lainnya. Fitur yang mereka sediakan di antaranya wallet as a service, payment collection, user generated payment link, dan e-commerce plugin untuk penjual dan pembeli.

Produk inti yang dimiliki Xfers memungkinkan penggunanya membuat daftar produk yang bisa mereka bagikan lewat jejaring sosial, aplikasi pesan instan, ataupun e-mail. Pembayaran dapat dituntaskan melalui satu tautan, dan sistem mereka akan mengurus hal lainnya—seperti memantau proses pembayaran dan manajemen persediaan produk. Dengan begini, transaksi yang dilakukan melalui transfer antar bank jadi lebih mudah dan murah.

“Marketplace seperti ini mempermudah transaksi jual beli bagi konsumen yang lebih luas, namun ini bagian paling pentingnya adalah audiens,” ujar Victor. “Forum dan grup jejaring sosial sudah banyak digunakan oleh konsumen untuk membeli barang, atau bahkan berpartisipasi dalam pembelian dalam jumlah banyak. Ini merupakan kesempatan emas bagi Xfers.”

Meski marketplace peer-to-peer lainnya seperti Shopee telah menerapkan sistem pembayaran mereka sendiri, Xfers tak khawatir.

“Kami merupakan penyedia solusi terbuka, dan pengguna Xfers dapat menggunakan akun dan uang mereka untuk membeli dari merchant mana pun yang bekerja sama dengan kami, termasuk di dalamnya layanan marketplace P2P yang sudah ada,” ucap Victor.

Kendati demikian, konsumen potensial mereka bukan hanya marketplace dan pedagang online.

“Pertumbuhan startup fintech di Singapura juga memberi peluang tambahan bagi kami. Tak seperti e-commerce ritel konvensional, kebanyakan startup fintech ini hanya mau menerima pembayaran elektronik. Namun, dengan memakai kartu kredit, berarti tiga persen atau lebih laba mereka terpotong, begitu pun layanan transfer antar bank,” jelas Victor.

Co-Founder Xfers, Tianwei Liu dan Victor Liew.
Co-Founder Xfers, Tianwei Liu dan Victor Liew.

(TechInAsia)

Published by

rendra

Sesuatu yang berharga